Halo Sobat Bejo, Memang Om Gugel, sudah lama Om Gugel meninggalkan Blog kita ini. Hanya saja itu demi belajar, dan belajar. Om Gugel memang kayak bang Toyib yang kegeeran akan Sobat Bejo😉 . Nah Om Gugel beberapa waktu lalu sempat mengulas beberapa karya sastra, salah satunya Sherlock Holmes ini, Monggo dibaca😉

Holmes https://alaomgugel.wordpress.com
Sherlock Holmes https://alaomgugel.wordpress.com

Sherlock Holmes merupakan karakter detektif fiksi yang muncul pada serial cerita pendek yang ditulis oleh Sir. Arthur Conan Doyle. Serial detektif ini diterbitkan di antara abad sembilan belas dan abad dua puluh, tepatnya antara tahun 1890 sampai 1921. Tahun di mana sains analis dan seni akonvensional semakin berkembang, dimana terjadinya Penerbangan Pertama Wright bersaudara, terciptanya mesin kendaraaan bermotor, mesin tank militer inggris. Dan masa dimana Negera Indonesia masih di awang-awang sang Mr. Van.

Novel yang ditulis oleh seorang mahasiswa kedokteran Edinburgh, Skotlandia ini merupakan pencetus detektif fiksi yang menurunkan teori forensik, observasi, dan kimia, secara eksak dan praktis. Walaupun pada masa itu masyarakat sangat haus dan awam terhadap hal yang seperti itu, tetapi Mr. Doyle berhasil menuliskan apapun yang telah ia pelajari menjadi cerita yang menerapkan ilmu pengetahuan yang tak mem-bosankan.

Sherlock Holmes sendiri merupakan orang yang dingin namun bersahabat, tinggi hati tetapi bermoral, analis juga seniman, pemain otak bermata pedang, dan lelaki seribu penampilan. Walaupun secara garis besar, penulis menggambarkan kepintaran Mr. Holmes, Sherlock Holmes juga ‘bodoh’ pada berbagai bidang ilmu, “Keherananku mencapai puncak ketika tanpa sengaja kuketahui bahwa Sherlock Holmes yang tidak mengetahui teori Copernicus dan komposisi tata surya”(Dr.Watson). Kebodohannya ini tentu dengan alasan.

“Otak manusia pada awalnya seperti loteng kecil kosong, dan kau harus mengsisinya dengan perabot yang sesuai dengan pilihanmu. Orang bodoh mengambil semua informasi yang ditemuinya, sehingga pengetahuan yang penting baginya terjepit di tengah –tengah dan bercampur dengan hal lain.Orang Bijak Sebaliknya”

Salah satu kehebatan yang dimiliki Mr. Holmes ialah mengobservasi, dia akan tahu pekerjaan seseorang, kegiatan sebelumnya, membaca pikiran, dan mengetahui keju-juran hanya dengan sekali kedipan mata. Ia dapat mengetahui semua itu dengan melihat apapun yang ada dari kuku jari sampai pakaian sesorang yang ditemuinya. Sherlock Holmes juga mem-iliki keahlian eksak kimia, dan pernah belajar di laboratorium kimia medis. Ia penuh hasrat akan bidang ilmu yang ia tekuni. “Begini, bagiku Holmes itu terlalu ilmiah, bahkan cenderung berdarah dingin. Bisa kubayangkan dia memberikan alkaloid tumbuhan terbaru kepada teman serumahnya, bukan karena niat jahat, tetapi sekedar ingin tahu pengaruhnya. Supaya adil, aku harus mengatakan bahwa Holmes pun akan mengkonsumsi zat itu dengan kesiapan yang sama. Dia tampak begitu bernafsu untuk memeperoleh pengetahuan yang jelas dan eksak”.

Sherlok digambarkan oleh penulis, merupakan mahasiswa tanpa ‘wisuda’, yang acak kali nimbrung pada kelas kuliah kimia, psikologi, sains fisika, botani, dan musikal. Sherlock yang sampai pada akhir cerita tidak memiliki gelar sama sekali, tujuan ia mempelajarinya ialah mengetahui, me-mahami, dan mengembangkan ilmu pengetahuan yang ia ketahui, dan menyelamatkan banyak nyawa.

Kasus yang ditanganinyapun beragam, ada tentang harga diri sesorang, perusahaan, keluarga, konflik cinta, pem-alsuan identitas, dan masalah elit kerajaan. Selama Serial Sherlock Holmes ditulis, Mr. Holmes hanya kalah oleh beberapa kelompok, beberapa laki-laki, dan seorang perempuan. Perempuan yang dimaksud ialah Ms. Irene Adler, wanita yang diceritakan pada cerita Skandal Bohemia. Kejadian memalukan ini, sontak membuat Sherlock Holmes kagum akan keme-nangan rivalnya, dan membuatnya selalu mengatakan”‘Wanita Istimewa”, kepada wanita yang meninggal saat cerita-cerita berikutnya. Sherlock merupakan pria yang setia karena ini. Sampai akhir hayatnya Ia tidak menemukan pasangan hidup, karena kecintaannya pada Almarhumah Irene Adler.

Novel atau serial cerita Sherlock ini sangat penuh dengan seni ilmiah, dan pola pikir tokoh sentral-nya, seperti lebah saja ia menangkap penjahat dengan penuh kejutan dan masuk akal. Hal ini diakui oleh sa-habatnya Dr.Watson yang menjadi tokoh yang menulis dan mempublikasikan cerita ini secara fiksi. “Nampaknya begitu gampang, ya, sehingga aku pun dapat melakukannya. Tapi nyatanya aku selalu ter-heran-heran, sehingga kau harus menjelaskannya. Tapi aku yakin mataku sama baiknya dengan matamu” Jelas Watson. Dan Sherlock pun menjawab”You see, but you do not observe, The distinction is clear” (Kau melihat, tetapi kau tidak mengobservasi, bedanya jauh sekali).

Holmes https://alaomgugel.wordpress.com
Sherlock Holmes https://alaomgugel.wordpress.com

Dan terkahir, pertanyaan yang besar ialah, bagaimana Sherlock dapat berpikir begitu lancar dan praktis sehingga kelihatannya mudah dan sedikit kekeliruan? “Kunci pemecahannya ialah berpikir mundur. Itu langkah yang berguna, dan sangat mudah. Dalam kehidupan sehari hari, berpikir maju memang lebih praktis, karena itu cara berpikir yang lain dilupakan. Perbandingan orang yang berpikir maju dengan yang berpikir mundur ialah satu banding lima puluh.”
Penulis Serial cerita Pendek ini merupakan Mahasiswa Edinburgh University. Akrab dan satu angkatan dengan penulis cerita Opera Who Man is Peterpan, yaitu Dr. James Barrie. Kedua karyanya ini bisa diakui dan patut diapresiasi sebagai salah satu karya sastra terbaik, yang dapat kita baca. Karena keduanya merupakan karya yang berpendidikan dan memiliki makna bernilai di sana-sini. Dapat kita asumsikan bahwa cerita yang mereka tulis, dapat menggambarkan mereka pula, dan jawabanya ialah ‘Hebat’.

Bagaimana kawan? Apa yang harus kita lakukan, melihat karya-karya ilmiah yang ditulis satu abad lebih yang lalu. Tentunya kita tidak dapat bersantai santai, dan bagaimana kita dapat melakukan hal itu. Sher-lock pun menjawab dengan gamblang “Seperti semua ilmu lain, kemahiran Deduksi dan Analis hanya dapat diperoleh dengan belajar dalam waktu yang lama dan penuh kesabaran.”

Nah, itulah ulasan Om Gugel terhadap serial yang ditulis oleh Sir Arthur Conan Doyle. Salam Bejo

Islam adalah Teroris ?

Assalamualikum Wr Wb.

Sudah makan belum sobat? Akhirnya sebuah pencapaian yang besar. Sebuah titik puncak yang membanggakan, tidak dengan tingginya puncak Mahameru dan Jaya Wijaya. Ala Om Gugel’s Blog sudah mencapai umur satu tahun. Alhamdulillah.

Lain cerita, lain kata. Sanak saudara di ujung dunia telah berderai darah air mata. Betulkah hal ini sobat ? Di mana-mana tersiar bunyi ambulan membawa anak anak bak kertas putih tak terkotori najis dan hadas sedikitpun. Ya, #PrayForGaza, itu lah Hahstag yang lagi hangat hangatnya di Twitter. Tanah lahirnya nabi-nabi dan pejuang Islam sekarang menjadi hina dengan air mata. Perjuangan dengan pedang yang harusnya tiada dan tabu tak dihiraukan lagi bagi nafsu nafsunya. Lanjutkan membaca “Islam adalah Teroris ?”

“Wahai anak mud…

“Wahai anak muda, jika engkau tidak sanggup menahan lelahnya belajar, engkau harus menanggung pahitnya kebodohan ”
(Phytagoras)

Kalau begini seperti serba salah ya. Tetapi inilah kenyataan. Jika tadi menurut Pak Phyta, kalau Om Gugel sarankan ajak santai saja belajar nya. Tapi jangan pernah sobat Bejo beranggapan bahwa kualitas belajar sobat Bejo itu terbaik dan optimal, itu akan melemahkan kinerja pembelajaran Sobat Bejo

Pandora di balik lembutnya selembar kulit

Cieee, ciee sekarang sudah rajin nih nulis blog. Alhamdulillah nih Om Gugel sekarang sudah ada sedikit waktu untuk posting blog milik kita-kita nih. Sebelumnya Om Gugel mau nanya sudah belum kita menentukan pintu aspirasi kita, siapa lagi kalau tidak bapak presiden kita. Sudah apa belum? Insya Allah sudah yah. Langsung saja yuk kita bahas.

Lanjutkan membaca “Pandora di balik lembutnya selembar kulit”