Proyek Perluasan Masjidil Haram

Walaupun berita ini sudah lama, Om Gugel masih ingin membahasnya. Karena ini berita yang sangat mengembirakan untuk Muslim Dunia.

Pada 26 Agustus 2011, Raja Arab Saudi Abdullah bin Abdul Aziz meletakkan batu pertama dimulainya proyek akbar perluasan Masjidil Haram.

Dilansir Gulf News, perluasan akan menambah areal masjid seluas 400.000 meter persegi. Hal ini membuat daya tampung Masjidil Haram bertambah menjadi 1,2 juta orang.

Proyek akbar tersebut diperkirakan membutuhkan anggaran 40 milyar Real Saudi atau sekitar Rp 91 Triliun. Menurut petinggi Dewan Haramain di Arab Saudi, pembangunan menggunakan tenaga mekanik dan sistem elektrik paling mutakhir.

Raja Abdullah mengatakan, perluasan Masjidil Haram akan meningkatkan kapasitas Masjidil Haram, baik itu ruang ibadah maupun ruang terbuka. Perluasan juga akan mengurangi kepadatan jamaah haji, saat melakukan ibadah di sekitar Masjidil Haram.

Perluasan ini juga akan dilakukan dengan menghubungkan pintu keluar Masjidil Haram dengan Masaa, yang merupakan jalur sai (lari kecil) antara Safa dan Marwah, dengan serangkaian jembatan. Sejumlah penyejuk ruangan dan tangga berjalan juga akan dipasang.

Selain itu, fasilitas modern lain juga akan dipasang untuk melengkapi pembangunan Masjidil Haram. Antara lain, pembuangan sampah dan sistem keamanan modern.

Selain perluasan Masjidil Haram, Raja Abdullah juga akan membuka Makkah Royal Clock Tower, yang merupakan menara jam tertinggi di dunia. Di puncak menara juga akan berlapis emas.

Makkah Clock Tower ini memiliki tinggi 601 meter, dan terlihat menjulang dari Masjidil Haram. Bangunan menara ini juga diproyeksikan akan menjadi bangunan tertinggi kedua dunia, setelah Burj Khalifa di Dubai. Menara jam ini akan sebesar enam kali dari Big Ben di London. Dengan bahan dari teknologi mutakhir yang digunakan di industri pesawat ulang-alik, jam ini juga akan menjadi patokan waktu alternatif selain GMT (Greenwich Mean Time).

Pengeras suara juga akan dipasang di puncak menara, sehingga azan dapat terdengar tujuh kilometer dari Masjidil Haram. Selain itu, akan ada lampu berwarna hijau dan putih, yang akan menyala saat azan berkumandang. Lampu yang bisa dilihat hingga radius 30 kilometer ini sekaligus penanda waktu azan bagi orang di kejauhan, yang tak bisa mendengar lantunan azan.

“Pembangunan ini terhitung yang terbesar tahun ini,” kata Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Mustafa Bin Ibrahim Al Mubarak.

Pembangunan itu meliputi antara lain transportasi kereta api untuk jamaah haji dan umrah, proyek terowongan yang menghubungkan Mina, Muzdalifah dan Arafat, hingga perluasan akses jamaah sehingga mudah mengambil air zamzam di Mekkah.

Proyek terbaru yang juga tengah dimatangkan April ini adalah pembangunan 60 ribu tenda tahan api dengan biaya 2 miliar riyal (sekitar Rp 5,5 triliun). Proyek ini ditargetkan rampung dalam tiga tahun ke depan. “Proyek ini bagian dari memberi layanan terbaik bagi jamaah,” kata Habib Zain Al-Abideen, deputi Menteri Pekerjaan Umum Arab Saudi.

Seluruh biaya proyek perluasan itu mencapai 12,6 miliar riyal. Ini sudah termasuk proyek transportasi kereta api yang akan menjangkau maktab-maktab jamaah terjauh yang ditaksir menelan 5 miliar riyal dan pembangunan terowongan terkoneksi antara Mina, Muzdalifah dan Arafat yang juga menghabiskan 5 miliar riyal.

Pekerjaan yang dikebut dan harus selesai tahun ini adalah penambahan tenda bagi 30 ribu jamaah di Mina. Pemerintah Saudi akan menyiapkan bukit-bukit baru di Arafat bagi tenda-tenda tersebut.

Usamah Felali, Ketua Komite Nasional untuk Haji dan Umrah, menambahkan, Saudi juga akan merelokasi 50 kantor pemerintahan mereka di Mina. Targetnya, kata Felali, seluruh tempat di kawasan masjidil haram bisa menampung sebanyak-banyaknya jamaah yang ingin berziarah ke Tanah Suci.

Kontraktor dan pekerja Indonesia pun turut kecipratan rejeki proyek akbar perluasan ini. Di awal tahun 2013 ini, Kontraktor Waskita kembali dipercaya oleh Saudi Bin Ladin Group untuk mengerjakan proyek “Increasing Mataf Capacity Project – Makkah : Structural Works (Raft, Columns, Beams and Slab)”.

Proyek Waskita di Masjidil Haram ini memberikan tantangan tersendiri, karena langsung disaksikan oleh seluruh penjuru dunia, melalui wakil-wakil mereka saat menjalankan ibadah Haji atau Umroh, yang selalu bertambah jumlahnya dari tahun ke tahun.

Ketua Umum Urusan Dua Masjid Suci Sheikh Abdul Rahman As-Sudais, yang bertanggung jawab atas Masjidil Haram di Mekkah dan Masjid Nabawi di Madinah, menyatakan bahwa pekerjaan pembongkaran yang sedang berlangsung terkait perluasan mataf atau tempat tawaf di sekeliling Ka’bah sejauh ini telah mencapai 70 persen dari seluruh pekerjaan.

Ia juga menegaskan studi menyeluruh telah dilakukan untuk memastikan kuantitas dan kualitas air Zamzam yang mengalir ke dalam sumur Zamzam tidak terpengaruh pekerjaan konstruksi yang dilakukan. Selain itu, juga diupayakan untuk menghindari kekeliruan apa pun yang dapat mengakibatkan perubahan lingkungan pada cekungan Lembah Ibrahim serta daerah sekitarnya dan di dekat sumur Zamzam sendiri.

Sheikh As-Sudais juga menyatakan pemeriksaan dan kajian terhadap air Zamzam dilakukan sebelum dan setelah pelaksanaan proyek perluasan. Menurut dia, tak ada dampak lingkungan hidup pada kualitas air atau jumlah aliran di bagian persimpangan lembah dengan proyek perluasan.

Sumber :Suara ISlam

Nah yang ingin Om Gugel Bahas, adalah Orang yang ketagihan naik haji. Padahal Haji hanya diwajibkan satu kali dalam seumur hidup. Astagfirullah, Apalagi yang ibadah nya Riya. Saran Om Gugel, jika Sobat Bejo sudah haji satu kali, dan berniat ingin haji lagi. Lebih baik enggak usah, lebih baik uangnya di berikan kepada yang membutuhkan.

Iklan

Komentar dan Diskusi

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s