Jas Hujan Balas Budi

Wah, Om Gugel buat judulnya Puitis banget ya (maaf bila lebay 😎 ). Tapi memang Om Gugel ingin berbagi pengalaman dramatis yang dapat membuat sobat bejo Senang, nangis, atau merengut (up to you ).

‘Grhhaaaak’, Suara gemuruh yang membuat hatiku menciut. Suasana ramai terasah dengan suara Karunia tuhan, dan Rasullullah mengajarkan mengucapkan rasa syukur kepada-Nya.

Ketika melihat ke barat sana, Terlihat betapa deras Air mengalir tak terbendung lagi.Seperti rasa cinta terhadap dirinya. Sepatuku pun Basah kena air yang tergenang, Andaikan cintanya juga masuk seperti air kedalam hatiku. Tidak terlihat orang orang di sekitarku, bagaikan ditelan Bumi.

Padahal saat fajar, cahaya itu sangat terang terlihat. Memang hari itu sangat susah ditebak bagaikan dirinya. Seandainya dia tahu perjuanganku begitu berat, untuk menyelesaikan tugas dan masalah yang kuhadapi. Perjuangan tersebut sama halnya, dengan Beratnya mendapatkan dia.

Andaikan aku seperti titik hujan yang jatuh dari tempat yang jauh, dengan cepatnya gravitasi bumi membantuku untuk berkumpul terhadap orang yang sama derajatnya denganku. Sama sama tidak mempunyai kekuatan untuk menggapai dia. Andaikan dia memberi sehelai Jas Hujan dari hatinya, untuk mengahangatkan Diriku.

Itulah Karya Sastra 100% buatan Om Gugel. Tapi bukan itu bahasan kita, Om Gugel akan bahas Pengalaman Om Gugel beberapa tahun lalu.

Jadi, waktu itu Om Gugel sedang latihan. Ketika sedang asyik asyik berlatih, ‘Gbllaaaaak’, Terdengar suara Kecelakaan . Kami pun langsung keluar ruangan, untuk menyaksikan ‘Adakah gerangan di luar?’ (Om gugel rasa Agak lebay deh 😎 ) . Ternyata mamang Siomay langganan kami ter-tabrak, dengan orang yang tidak bertanggung jawab. Ketika kami menolongnya, dia terlihat tidak apa apa, tetapi penghasil uangnya rusak. Pasti, di dalam lubuk hatinya, sangat sakit akan Gerobak yang di depan matanya hancur.

Sosok Mamang itu sendiri bagi Om Gugel sangat bersahaja, Bijak, dan Mudah diajak Berbicara. Orang biasa memanggilnya ‘Mang Ayong’ dengan akrab. Karena, sosok nya yang baik itu pun, banyak donasi yang berdatangan, termasuk Pelatih Om Gugel itu.

Beberapa hari yang lalu di tempat Om Gugel, hujan deras. Hari itu hari yang sangat sibuk, Jadi Om Gugel sangat kerepotan. Karena di rumah Om Gugel mesin Cetaknya rusak, Om Gugel menyetak di warnet. Sambil nongkrong, dan suasana dingin + belum makan siang. Eh ternyata ada mang Ayong, Om Gugel langsung santap sore aja deh.

Tiba tiba, Pelatih Om Gugel keluar dari tempat latihan. Mamang itu bilang “Ndok, tolong kasih ini dengan ibu itu!” sambil memberikan sehelai Jas Hujan ke pelatih Om Gugel. Pergilah Om Gugel ke sebrang Sana 🙂 .

“Bu ini jas Hujan dari mang Ayong”Kata Om Gugel dengan polos.

“Nggak usah nak, syudah terlanjur kehujanan,Nggak apa apa bilang kepa mamangnya” Kata Pelatih Om Gugel dengan Ikhlas.

“Mang, Ibunya nggak mau”Kata Om Gugel.  “Nggak usah mang, sudah terlanjur basah”, Teriak Pelatih Om Gugel dengan keIkhlasnya.

Om Gugel Berpikiran, Itukah yang namanya Ikhlas, Itukah Balas Budi, dan Itulah yang namanya Jas Hujan Balas Budi? Itulah Inspirasi Om Gugel buat Blog ini.

Iklan

2 pemikiran pada “Jas Hujan Balas Budi

Komentar dan Diskusi

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s